3D Printing: Bahan-Bahan yang Digunakan untuk Print 3D

3D Printing: Bahan-Bahan yang Digunakan untuk Print 3D

3D Printing: Bahan-Bahan yang Digunakan untuk Print 3D

Dalam satu dekade terakhir, print 3D telah mengalami perkembangan yang signifikan. Printing telah menjadi salah satu bidang pertumbuhan yang cukup pesat dalam industri teknologi dan manufaktur. Proses percetakan 3D menggunakan konsep sederhana, di mana printer bekerja dengan mencetak material berlapis-lapis sehingga hasilnya membentuk objek tiga dimensi. Printer 3D umumnya mampu mencetak semua jenis bahan. Namun, umumnya untuk pasaran konsumen, produk print 3D menggunakan material plastik karena harganya murah dan proses pembuatannya memakan sedikit biaya.

 

1. Plastik

Material plastik biasanya sesuai untuk printer 3D murah yang menggunakan Fused Filament Fabrication (FFF). Pada dasarnya, bahan yang digunakan berupa tali plastik yang dipanaskan hingga lentur kemudian diproses melalui mesin layering plastik.

Bahan plastik yang biasanya digunakan ialah sebagai berikut:

  • Polylactic Acid (PLA)

    Plastik ini merupakan bahan yang paling mudah digunakan dan aman bagi pemula. Material ini merupakan termoplastik biodegradable yang ramah lingkungan karena terbuat dari pati jagung atau gula tebu. Plastik yang serupa juga digunakan pada kantong-kantong plastik yang dapat diuraikan dengan mudah daripada polybag. Adalah material yang paling banyak digunakan karena mudah digunakan, murah, dan memiliki akurasi tinggi.

  • Acrylonitrile Butadiene Styrene (Abs)

    Adalah material plastik yang sedikit lebih rumit untuk print daripada PLA. Bahan plastik ini sangat aman dan kuat sehingga digunakan pada produk seperti mainan Lego dan bumper mobil. ABS adalah material murah yang sesuai untuk produk dan bagian-bagian yang kuat dan tahan panas. ABS adalah jenis material plastik yang banyak digunakan untuk menghasilkan mainan seperti Lego. Filamen ABS tersedia dalam berbagai warna dan aman karena diproses dalam suhu antara 220C hingga 250C.

  • Plastic Polyvinyl Alcohol (PVA)

    Merupakan jenis plastik yang berbeda dengan PVA lem. Jenis printer yang sesuai dengan material ini yaitu MakerBot Replicator 2.

  • HIPS

    Adalah material ringan yang banyak digunakan sebagai struktur pendukung dissolvable untuk model ABS. HIPS atau High-Impact Polystyrene adalah material yang cocok untuk membuat kotak penyimpanan untuk pengiriman barang.

  • PET Polyethylene Terephthalate (PET)

    PET filamen dikenal karena mudah dicetak, dapat menghasilkan permukaan yang lembut, dan tahan air. Material ini cocok untuk membuat botol minuman dan wadah makanan karena tidak berbau ketika terkena panas. Selain itu permukaannya juga halus dan berkilau sehingga cocok untuk menyimpan makanan dan minuman.

  • Nilon

    Nilon atau poliamida merupakan material yang kuat dan semi fleksibel yang tahan abrasion dan cocok untuk material tahan lama. Nilon memiliki karakteristik fleksibel dan kuat, dapat diaplikasikan dalam pembuatan karya seni atau produk perkakas teknik dan bagian-bagian mesin. Permukaan produk dari nilon dapat dipoles menjadi lebih lembut.

  • PEEK (Polyether Ether Ketone)

    PEEK merupakan material termoplastik yang didesain untuk produk dengan kegunaan tinggi, karena plastik ini tahan terhadap paparan temperatur tinggi dan bahan kimia. Namun, elemen yang dibuat dari PEEK tidak tahan terhadap paparan radiasi x-ray dan gamma. Untuk menghasilkan sebuah produk, material ini harus dipanaskan hingga suhu mencapai 400C. Produk yang dapat dihasilkan dari PEEK ialah peralatan kesehatan dan komponen semikonduktor.

 

2. Logam

Logam untuk percetakan 3D masih memiliki konsumen yang cukup tinggi di pasaran bisnis. Beberapa jenis printer dapat beroperasi menggunakan bubuk logam yang dipanaskan kemudian dipadatkan untuk membuat bentuk tiga dimensi.

Filamen logam untuk produksi printing 3D sebenarnya merupakan material termoplastik yang dicampurkan dengan sedikit logam. Dibandingkan termoplastik biasa, material ini lebih berat. Logam untuk produksi printing 3D antara lain perunggu, besi, tembaga, dan baja. Produk yang dibuat dari logam umumnya memerlukan proses akhir yang lebih rumit untuk menghasilkan tampilan yang diinginkan.

  • Aluminum

    Aluminium memiliki karakteristik serba guna dan ringan, sehingga banyak digunakan dalam industri 3D printing. Bentuk produk dapat berupa lempengan tipis ataupun bentuk geometris yang kompleks. Produk dari alumunium meliputi bagian kendaraan bermotor hingga industri pesawat.

  • Nikel

    Material dengan campuran nikel biasanya digunakan untuk komponen peralatan teknik. Komponen yang dibuat dari campuran nikel menggunakan teknik print 3D lebih kuat dan tahan lama dibandingkan dengan teknik casting.

  • Emas, Perak, dan Platinum

    Logam mulia seperti emas, platinum, dan perak adalah material yang umumnya digunakan untuk pembuatan perhiasan, komponen elektronik, dan peralatan medis. Menggunakan teknik printing 3D, produk yang dihasilkan terlihat lebih indah dan tidak ada penyusutan dari bahan hingga produk jadi. Sehingga lebih menguntungkan dalam produksi, dibandingkan cara tradisional.

  • Alumide

    Alumide adalah variasi dari nilon yang dikombinasikan dengan partikel aluminium. Daya tahan dan kekuatan material ini serupa dengan nilon. Perbedaannya ialah produk dari alumide lebih berkilau, tahan lama, dan memiliki permukaan berliang. Material ini sesuai untuk produk yang memerlukan ukuran sangat akurat, kuat, dan akan digunakan dalam jangka waktu lama.

 

3. Filamen Kayu

Serat kayu yang ditambahkan pada filamen plastik menghasilkan filamen kayu. Produk yang dihasilkan dari material ini tampak menarik dan estetik. Tampilannya juga menyerupai produk yang dibuat dari kayu asli, dapat dipotong, diampelas, ataupun dicat. Namun, dari segi fungsinya tidak sama dengan kayu yang sebenarnya. Contohnya, material ini tidak dapat digunakan untuk menghasilkan furnitur seperti kursi atau meja.

Menariknya, warna filamen kayu juga dapat diatur menggunakan pengaturan panas. Jika ingin menghasilkan warna kayu cokelat terang, maka material harus diproses menggunakan suhu lebih rendah. Semakin panas temperatur pemrosesan, hasilnya semakin gelap. Lebih menarik lagi, beberapa merek filamen memiliki aroma khas seperti kayu asli.

Dengan beragamnya material yang dapat diproses menggunakan teknologi print 3D, produk yang dihasilkan pun semakin beragam. Penggunaan mesin cetak tiga dimensi pun tak diragukan lagi akan menggeser peralatan cetak tradisional yang kurang efisien.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *