fbpx

Apa Itu 3D Prototyping? Penting dan Banyak Manfaatnya, Lho!

Apa Itu 3D Prototyping? Penting dan Banyak Manfaatnya, Lho!

Apa Itu 3D Prototyping? Penting dan Banyak Manfaatnya, Lho!

Prototyping menjadi salah satu tahapan penting dalam proses pengembangan produk baru. Pelaksanaannya berguna sebagai sarana penilaian serta evaluasi terhadap fitur serta fungsi produk secara langsung. Manfaatnya jadi lebih optimal ketika Anda membangunnya dalam bentuk 3D prototyping

 

 

Pengertian Teknologi 3D Prototyping

Istilah 3D prototyping sering pula dikenal sebagai rapid prototyping. Pelaksanaan rapid prototyping berbeda jauh dibandingkan dengan prototyping tradisional yang memerlukan waktu berbulan-bulan. Dalam rapid prototyping, pembentukan purwarupa dapat dilakukan secara cepat. 

Proses pembentukan prototype pada rapid prototyping membuat Anda bisa membangun purwarupa untuk setiap perubahan atau pengembangan produk. Termasuk di antaranya adalah ketika Anda melakukan perubahan kecil. Dengan begitu, Anda bisa meningkatkan kualitas produk sedikit demi sedikit. 

Teknologi rapid prototyping bisa menghasilkan produk purwarupa secara cepat dengan menggunakan beragam material. Anda bisa memilih material yang relatif lebih murah seperti PLA, nylon, ABS, polycarbonate, dan lain sebagainya. Selain itu, Anda juga dapat mengaplikasikan teknologi ini dalam beragam jenis produk. 

 

 

 

Jenis-Jenis Teknologi 3D untuk Sarana Prototyping

Dalam praktiknya, ada 3 jenis teknologi rapid prototyping yang kerap dimanfaatkan oleh para pelaku bisnis, yaitu: 

 

 

1. 3D Printing

Metode pertama dalam rapid prototyping adalah 3D printing. Teknik ini adalah metode pembentukan purwarupa yang paling populer saat ini. Alasannya adalah karena tingkat kecepatan serta pilihan material yang bisa Anda pilih. Selain itu, penggunaan 3D printing memungkinkan Anda untuk menciptakan purwarupa dengan biaya relatif terjangkau. 

Teknik 3D printing bisa Anda lakukan dengan menambahkan material tertentu yang selanjutnya dibentuk sesuai keinginan. Di lapangan, terdapat beberapa jenis metode 3D printing yang masing-masing mempunyai tingkat akurasi berbeda-beda, yaitu: 

 

  • Fused Deposition Modeling (FDM). Teknik ini merupakan metode 3D printing yang paling populer dan bisa Anda manfaatkan dengan biaya terjangkau. Pemakaiannya sangat cocok ketika Anda ingin membangun purwarupa versi pertama. 

Dalam FDM, material yang digunakan adalah filamen thermoplastic yang kemudian dilelehkan. Setelah itu, material tersebut ditempatkan secara berlapis sehingga bentuknya sesuai keinginan. 

 

  • Stereolithography (SLA). Selanjutnya adalah teknik 3D printing SLA yang mempunyai ciri khas pada keberadaan tangki yang berisi cairan resin. Resin tersebut akan mengalami pengerasan lewat proses photopolymerization menggunakan sinar UV. 

Metode 3D printing ini mampu menciptakan prototype dengan tingkat akurasi tinggi dan detail. Hanya saja, proses pembuatannya relatif lebih mahal dibandingkan dengan FDM. 

 

Teknik 3D printing yang ketiga adalah SLS. Berbeda dengan FDM atau SLA, 3D printing SLS menggunakan material berupa serbuk yang kemudian menjalani proses sintering sehingga tercipta model dengan bentuk yang diinginkan. 

SLS merupakan metode 3D printing yang biasa digunakan untuk kepentingan khusus. Pemanfaatannya biasa dilakukan oleh perusahaan besar dan memerlukan biaya yang relatif jauh lebih besar dibandingkan metode FDM atau SLA.

 

 

2. Laser Cutting dan Engraving

Selain 3D prototyping menggunakan teknologi 3D printing, ada pula metode laser cutting yang dikombinasikan dengan laser engraving. Teknik ini termasuk dalam kelompok subtractive manufacturing yang memerlukan pemakaian alat canggih. 

Laser cutting memungkinkan Anda untuk melakukan pemotongan objek dengan tingkat ketebalan sesuai keinginan dalam waktu cepat. Pemakaian laser pun memungkinkan Anda untuk memotong beragam jenis material. Selanjutnya, laser engraving digunakan untuk penambahan detail.

 

 

3. CNC Milling

Seperti halnya laser cutting, CNC milling merupakan proses prototyping yang termasuk dalam kategori subtractive manufacturing. Metode ini berjalan dengan menggunakan alat potong canggih yang kemudian dimanfaatkan untuk membentuk material menjadi objek tertentu. 

Penggunaan CNC milling biasanya dilakukan oleh industri tertentu yang memerlukan alat khusus dalam pembentukan prototype. Contohnya adalah prototyping dalam industri aviasi, otomotif, ataupun peralatan medis. 

 

 

Manfaat Teknologi 3D dalam Pembentukan Prototype

Lalu, kenapa Anda perlu memanfaatkan 3D prototyping? Ada 4 alasan yang menjadi jawaban atas pertanyaan tersebut, yaitu: 

 

1. Menciptakan Iterasi Produk yang Variatif

Tahapan prototyping memberi kebebasan bagi Anda dalam menciptakan produk sebelum memasarkannya secara massal. Tidak ada batasan jumlah prototype yang bisa Anda ciptakan. Lewat berbagai prototype tersebut, Anda bisa menciptakan produk akhir yang menawarkan keuntungan maksimal. 

 

2. Hemat Biaya

Dibandingkan dengan proses produksi tradisional, prototyping menawarkan biaya yang jauh lebih rendah. Apalagi, ketika Anda menggunakan metode 3D printing yang tersedia dalam berbagai ukuran. 

 

3. Hemat Waktu

Keuntungan yang tak kalah besar adalah pemanfaatan waktu yang lebih optimal. Rapid prototyping membantu Anda dalam menciptakan produk akhir secara lebih cepat. 

 

4. Sarana  Uji Fungsional Produk

Manfaat terakhir adalah kesempatan untuk menguji fungsional produk secara langsung. Dengan begitu, Anda dapat melakukan penilaian serta evaluasi apakah produk tersebut memiliki fungsi yang benar sesuai dengan harapan. 

 

Nah, itulah informasi menarik tentang apa itu 3D prototyping. Teknik ini sangat berguna dalam pembentukan produk dalam bidang apa saja. Tidak hanya untuk bisnis, Anda bisa pula memanfaatkannya untuk hal-hal yang berkaitan dengan hobi. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *