Fomu Studio

3D Printing: Bahan-Bahan yang Digunakan untuk Print 3D

Ilustrasi bahan print 3d yang sering digunakan di mesin pencetakan

Dalam satu dekade terakhir, print 3D telah mengalami perkembangan yang signifikan. Printing telah menjadi salah satu bidang pertumbuhan yang cukup pesat dalam industri teknologi dan manufaktur. Proses percetakan 3D menggunakan konsep sederhana, di mana printer bekerja dengan mencetak material berlapis-lapis sehingga hasilnya membentuk objek tiga dimensi. Printer 3D umumnya mampu mencetak semua jenis bahan. Namun, umumnya untuk pasaran konsumen, produk print 3D menggunakan material plastik karena harganya murah dan proses pembuatannya memakan sedikit biaya.

 

1. Plastik

Material plastik biasanya sesuai untuk printer 3D murah yang menggunakan Fused Filament Fabrication (FFF). Pada dasarnya, bahan print 3D yang digunakan berupa tali plastik yang dipanaskan hingga lentur kemudian diproses melalui mesin layering plastik.

Bahan plastik yang biasanya digunakan ialah sebagai berikut:

 

2. Logam

Logam untuk percetakan 3D masih memiliki konsumen yang cukup tinggi di pasaran bisnis. Beberapa jenis printer dapat beroperasi menggunakan bubuk logam yang dipanaskan kemudian dipadatkan untuk membuat bentuk tiga dimensi.

Filamen logam untuk produksi printing 3D sebenarnya merupakan material termoplastik yang dicampurkan dengan sedikit logam. Dibandingkan termoplastik biasa, material ini lebih berat. Logam untuk produksi printing 3D antara lain perunggu, besi, tembaga, dan baja. Produk yang dibuat dari logam umumnya memerlukan proses akhir yang lebih rumit untuk menghasilkan tampilan yang diinginkan.

 

3. Filamen Kayu

Serat kayu yang ditambahkan pada filamen plastik menghasilkan filamen kayu. Produk yang dihasilkan dari material ini tampak menarik dan estetik. Tampilannya juga menyerupai produk yang dibuat dari kayu asli, dapat dipotong, diampelas, ataupun dicat. Namun, dari segi fungsinya tidak sama dengan kayu yang sebenarnya. Contohnya, material ini tidak dapat digunakan untuk menghasilkan furnitur seperti kursi atau meja.

Menariknya, warna filamen kayu juga dapat diatur menggunakan pengaturan panas. Jika ingin menghasilkan warna kayu cokelat terang, maka material harus diproses menggunakan suhu lebih rendah. Semakin panas temperatur pemrosesan, hasilnya semakin gelap. Lebih menarik lagi, beberapa merek filamen memiliki aroma khas seperti kayu asli.

 

Dengan beragamnya bahan material yang dapat diproses menggunakan teknologi print 3D, produk yang dihasilkan pun semakin beragam. Penggunaan mesin cetak tiga dimensi pun tak diragukan lagi akan menggeser peralatan cetak tradisional yang kurang efisien.

Exit mobile version