fbpx

Charles Hull: Pencipta Stereolithography dan Printer 3D Pertama

Charles Hull: Pencipta Stereolithography dan Printer 3D Pertama

Charles Hull: Pencipta Stereolithography dan Printer 3D Pertama

Teknologi tiga dimensi atau 3D kelihatan sebagai teknologi baru yang inovatif. Namun tahukah Anda, pencetakan 3D sudah ada sejak pertengahan 1980-an? Dulu, printer 3D industri berukuran besar, berharga ratusan ribu dolar, dan hanya cocok untuk proyek tertentu. Beberapa printer 3D saat ini cukup terjangkau harganya. Bentuknya pun makin variatif, bahkan ada yang hanya seukuran microwave di dapur Anda! Menilik sejarahnya, nama Charles Hull muncul sebagai penemu pencetakan 3D. Bagaimana perjalanan teknologi yang telah banyak diaplikasikan di berbagai industri ini?

 

 

Profil Singkat Charles Hull

Charles “Chuck” W. Hull lahir di Clifton, Colorado pada 12 Mei 1939. Chuck–nama panggilannya– merampungkan pendidikan sebagai Sarjana Teknik Fisika di Universitas Colorado tahun 1961. Hingga kini, ada lebih dari 60 paten di AS dan paten lainnya di seluruh dunia (dalam bidang prototyping cepat dan optik ion) mencantumkan namanya!

 

 

Charles Hull,“The Father of 3D Printing”

Charles Hull

Aplikasi teknologi 3D awalnya hanya dalam laboratorium penelitian dan pengembangan. Namun kini, seperti tidak ada habisnya, teknik pencetakan 3D bisa digunakan untuk membuat apa saja. Mulai dari komponen pesawat terbang, sepatu olahraga, mobil, karya seni, kaki palsu, bahkan rumah dan fasilitas publik!

Charles Hull menciptakan pencetakan 3D dan menjadi pelopor printer 3D. Karyanya transformatif dan punya dampak besar dalam perkembangan industri. Inilah yang membuatnya dikenal sebagai The Father of 3D Printing. Berikut ini perjalanannya dalam menciptakan teknologi 3D:

 

  • Menemukan Stereolithography pada 1983

Kala itu, Hull yang bekerja di sebuah perusahaan furnitur sedang dalam proses produksi dan mencoba membuat bagian terkecil. Dia juga sering menggunakan sinar UV untuk kebutuhan pengerasan lapisan meja.

Dia lalu menemukan metode pembentukan resin lapis demi lapis. Tiga minggu kemudian, Hull menciptakan sebuah teknologi yang disebut Stereolithography (SLA). SLA merupakan metode produksi model 3D pertama dan menggunakan bahan resin yang reaktif terhadap cahaya UV. Sebuah cangkir kecil merupakan objek pertama yang diciptakannya sendiri.

 

  • Stereolithography Akhirnya Dipatenkan

Pada 8 Agustus 1984, Hull mengajukan aplikasi paten bertajuk “Apparatus for production of three-dimensional objects by stereolithography”. Pada 11 Maret 1986 paten US4575330A atas Stereolithography dikeluarkan, menyebutkan Charles Hull sebagai penemunya.

 

  • Co-Founded 3D Systems di 1986

Di tahun 1986 Hull menjadi salah satu pendiri, CTO, dan wakil presiden eksekutif 3D Systems. Berbasis di Valencia, California, 3D Systems menjadi perusahaan percetakan 3D pertama dunia dan pelopor teknologi 3D prototyping cepat komersial.

 

  • Printer 3D Pertama Dikomersilkan

3D Systems memproduksi printer SLA-1 pada 1987 yang merupakan printer berteknologi tiga dimensi pertama di dunia. Teknologi ini banyak dimanfaatkan dalam pembuatan prototipe cepat dan industri manufaktur. Sejak sekitar tahun 2010, printer 3D telah menjadi produk konsumen yang harganya relatif terjangkau.

 

 

Pengakuan Dunia atas Jasa Charles Hull

Berikut adalah beberapa bukti pengakuan dunia atas jasa besar Hull dalam bidang 3D printing:

  • 2013: Pemenang Penghargaan Inovasi 2013 oleh The Economist atas kontribusinya untuk masyarakat di bidang sains dan teknologi.
  • 2014: Pemenang Penghargaan Penemu Eropa dalam kategori negara Non-Eropa oleh Kantor Paten Eropa.
  • 2014: Dilantik dalam National Inventors Hall of Fame.
  • 2015: Pemenang Penghargaan Prestasi IRI atas penemuan stereolithography.
  • 2017: Pemenang Penghargaan Washington atas jasa penemuannya bagi umat manusia.
  • 2020: Pemenang Royal Photographic Society Progress Medal.

 

Memasuki usia pensiun, Charles Hull kini masih menjabat CTO di 3D Systems. Dalam salah satu wawancara untuk The Guardian, dia mengungkapkan rasa sukacita saat tim dokter di Shanghai berhasil memisahkan bayi kembar siam berusia 3 bulan dengan bantuan alat pencetak 3D pada Juni 2015 silam.

Baca juga: Jasa Hideo Kodama untuk Perkembangan Teknologi 3D Printing

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *