fbpx

Computer Aided Design (CAD): Software Canggih untuk Desain

Computer Aided Design (CAD): Software Canggih untuk Desain

Computer Aided Design (CAD): Software Canggih untuk Desain

Salah satu hasil desain yang dibuat dengan dukungan Computer Aided Design (CAD) adalah model rumah dalam bentuk 2D maupun 3D. Penggunaan perangkat lunak CAD di sektor arsitektur bertujuan untuk memudahkan visualisasi objek dalam format digital. Lalu, kapan perangkat lunak ini digunakan dan apa saja keunggulannya?

 

 

Apa Itu Computer Aided Design?

Computer Aided Design mengacu pada perangkat lunak komputer yang bisa digunakan untuk membuat desain untuk semua jenis industri. Melalui dukungan perangkat lunak ini, Anda dapat membangun model dalam ruang imajiner dengan visualisasi tinggi, lebar, jarak, material, dan warna yang sangat menyerupai keadaan aslinya. 

Perangkat lunak CAD bermula dari penemuan SketchPad oleh Ivan Sutherland pada 1962. Ilmuwan komputer ini menciptakan program grafis komputer pertama tersebut untuk kebutuhan menulis atau membuat gambar sederhana di layar dengan bantuan alat tulis khusus. 

Awalnya, perangkat lunak ini hanya digunakan untuk penelitian. Namun, perusahaan otomotif dan kedirgantaraan pun mulai mengembangkan perangkat lunak sendiri pada 1970-an. Aplikasi tersebut semakin meluas pada 1980-an. Pada 1990-an, AutoCAD hadir sehingga membuat lebih banyak kalangan menggunakannya. Berbagai pengembangan dilakukan untuk memperkaya fitur dan kegunaannya.

 

 

Kapan Computer Aided Design Dibutuhkan?

Sejumlah sektor profesional mengandalkan perangkat lunak Computer Aided Design untuk membuat desain. Apa saja di antaranya dan kapan CAD dibutuhkan?

 

  • Arsitektur

Arsitektur merupakan suatu disiplin ilmu yang sangat membutuhkan perangkat lunak CAD. Dalam mengerjakan desain proyek pada sektor ini, ada berbagai elemen terkait yang membutuhkan dukungan CAD.

Untuk meningkatkan produktivitas, perusahaan desain berskala besar biasanya menggunakan perangkat lunak pemodelan BIM seperti Revit atau ArchiCAD. Sementara itu, arsitek biasa menggabungkan beberapa alat berbeda dalam alur kerja mereka, misalnya AutoCAD, SketchUp Pro, Adobe Photoshop, dan Lightroom.

 

  • Desain Produk

Untuk mendesain sebuah produk, desainer menggunakan perangkat lunak CAD. Bukan hanya untuk memvisualisasikan suatu objek, tetapi untuk memastikan bagaimana objek tersebut akan berfungsi. 

Salah satu contoh penggunaannya adalah pada perusahaan yang fokus pada pengembangan produk kayu. Perusahaan ini mengandalkan CAD dan CAM serta alat seperti Fusion 360 untuk merancang dan mewujudkan produk yang diinginkan.

 

  • Desain Grafis

Di bidang desain grafis, desainer menggunakan perangkat lunak CAD 2D atau 3D untuk membuat visualisasi. Dengan perangkat lunak ini, desainer bisa menambahkan efek, tipografi, bentuk, maupun latar belakang untuk meningkatkan pengalaman visual.

Salah satu contohnya adalah ketika membuat konten grafis untuk mengembangkan interaksi dan pengalaman audiens terhadap merek. Untuk mendukung pembuatan desain dibutuhkan Adobe Photoshop, Illustrator, dan After Effects.

 

  • Teknik

Perangkat lunak CAD juga banyak dibutuhkan di bidang teknik. Beberapa bidang yang umum menggunakan alat ini adalah infrastruktur, jaringan telekomunikasi, bagian mekanik, bangunan, sirkuit, termodinamika, perangkat medis, dan manufaktur. 

 

 

Menciptakan “Desain” dengan Computer Aided Design

Untuk menciptakan desain dengan perangkat lunak CAD, Anda membutuhkan perangkat keras khusus. Kapasitasnya bergantung pada konten yang ingin dihasilkan. Namun, secara umum ada tiga alat yang dibutuhkan, yaitu prosesor, RAM, dan GPU. Masing-masing perangkat ini dapat mendukung pembuatan desain melalui Computer Aided Design

Memahami cara kerja perangkat lunak CAD untuk membuat desain cukup mudah. Tombol-tombol yang tersedia di dalamnya seperti pada Microsoft Word yang juga memiliki fungsi masing-masing, mulai dari membuat garis, menggambar lingkaran, menghapus gambar, dan sebagainya. 

Dalam proses pembuatan desain dengan CAD, ada beberapa langkah yang perlu dilakukan, yaitu pemodelan geometris, analisis teknik, tinjauan dan evaluasi desain, dan terakhir adalah penyusunan otomatis. Langkah tersebut mendukung proses desain yang dimulai dari pengenalan kebutuhan, mendefinisikan masalah, sintesis, analisis dan optimasi, evaluasi, dan presentasi.

 

 

Keunggulan Computer Aided Design

Computer Aided Design sebagai alat desain dan analisis memiliki sejumlah keunggulan atau manfaat, yaitu:

 

  • Visualisasi

CAD memungkinkan pengguna membuat atau memvisualisasikan objek 2D atau 3D dalam format digital. Dalam tahap ini, pengguna juga dapat melakukan perubahan sebanyak yang dibutuhkan dengan lebih mudah daripada menggambarnya dengan pensil dan kertas. 

 

  • Detail

Hasil desain CAD dalam bentuk digital sangat mirip dengan objeknya pada kehidupan nyata, bahkan bisa dikatakan akurat sampai tingkat tertentu. Selain itu, pengguna juga masih bisa menambahkan lebih banyak detail apabila dibutuhkan.

 

  • Optimalisasi

Perangkat lunak CAD bisa membantu pengguna melakukan optimalisasi selama proses desain, misalnya dengan memberi tanda atau petunjuk jika terjadi kerusakan desain. Pada program yang lebih canggih, CAD memungkinkan pengguna menjalankan simulasi untuk menguji desain yang belum sempurna. 

 

  • Spesialisasi

Keunggulan CAD lainnya adalah memiliki spesialisasi untuk setiap sektor profesional sehingga bisa diterapkan secara luas. Software yang digunakan pada masing-masing sektor tersebut memiliki fitur dan alat khusus dengan fungsi yang lebih spesifik.

 

  • Realisasi

Pengguna dapat mewujudkan desain digital yang dibuat dengan menggunakan perangkat lunak CAD dalam bentuk objek fisik. Dalam hal ini, perangkat lunak CAM bersama dengan bantuan teknologi fabrikasi akan memungkinkan realisasi tersebut. Metode ini dinilai lebih mudah dan ekonomis dibandingkan metode fabrikasi tradisional.

Jadi, perangkat lunak Commputer Aided Design ternyata memiliki fungsi dan keunggulan yang sangat penting. Desain menggunakan CAD merupakan tahap yang vital dalam proses 3D printing sehingga dapat menghasilkan produk yang sesuai dengan kebutuhan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *