fbpx

Jasa Hideo Kodama untuk Perkembangan Teknologi 3D Printing

Jasa Hideo Kodama untuk Perkembangan Teknologi 3D Printing

Jasa Hideo Kodama untuk Perkembangan Teknologi 3D Printing

Teknologi printing digital sudah ada sejak tahun 1980-an, tetapi popularitasnya di masa kini tidak lepas dari beragam pakar yang telah mengembangkannya. Salah satunya adalah Hideo Kodama, salah satu pemeran penting dalam perkembangan modern printing 3D. Inilah profil singkat serta warisan yang dihadirkannya.

 

 

Hideo Kodama, “Pelopor Teknologi Printer 3D Modern”

Hideo Kodama

Nama Hideo Kodama kerap “tenggelam” di antara para pencipta teknologi printer 3D lain. Padahal, Kodama adalah salah satu perintis penggunaan printer 3D di zaman modern. Tidak banyak yang diketahui tentang kehidupan pribadi serta riwayat kerjanya, kecuali bahwa Kodama menjadi pelopor teknologi printer 3D modern.

 

Ketika menemukan ide untuk modernisasi teknologi cetak 3D pada tahun 1981, Kodama bekerja sebagai pengacara untuk Nagoya Municipal Industrial Research Institute. Memahami berbagai seluk-beluk serta tantangan dunia industri, Kodama mulai menciptakan rancangan teknologi yang disebut Rapid Prototyping. Hasil penelitiannya juga dimuat di jurnal seperti IEICE Transactions on Electronics dan Review of Scientific Instruments.

 

 

Ide Awal 3D Printing Hideo Kodama

Konsep Hideo Kodama terkait teknologi awal printer 3D adalah teknologi untuk menciptakan prototipe fisik dari suatu desain secara cepat. Dalam rancangannya, Kodama mendeskripsikan pembuatan model tiga dimensi dengan cara menyorot lapisan demi lapisan resin menggunakan cahaya UV. Proses ini memanfaatkan teknologi serat pemindai (fiber scanning transmitter).

Dalam ide awal versi Kodama, proses ini akan menghasilkan model 3D lewat penumpukan lapisan-lapisan resin sehingga menjadi model fisik utuh. Kodama berhasil mencapai kesimpulan ini lewat biaya riset yang hanya sekitar 60.000 Yen per tahun (545 Dolar A.S. pada masa tersebut).

 

Kodama percaya diri dengan teknologi buatannya sehingga dia mengajukan hak paten untuk teknologi tersebut. Akan tetapi, hasil penelitiannya belum dianggap penting sehingga tidak mendapat perhatian besar. Biaya riset yang terlalu rendah juga membuat Hideo Kodama tidak mampu mengajukan hak paten teknologi karyanya secara cepat. Batas waktu satu tahun pun terlewatkan dan Kodama tidak bisa memenuhi syarat untuk mendapat hak paten secara tepat waktu.

 

 

Perkembangan 3D Printing setelah Hideo Kodama

Hideo Kodama mungkin gagal membawa teknologi temuannya ke ranah publik modern. Akan tetapi, konsep teknologi ciptaannya menjadi dasar bagi para perintis lainnya untuk mempopulerkan printer 3D ke dunia modern. Empat tahun setelah Kodama gagal mengajukan permintaan hak paten, sebuah tim insinyur Perancis mencoba membawa teknologi ciptaaan Kodama ke ranah mainstream. Akan tetapi, kekurangan mereka adalah tidak memikirkan sudut pandang bisnis ketika merancang teknologi ini.

 

Penerus sejati Hideo Kodama adalah Charles “Chuck” Hull. Dia menjadi orang pertama yang menemukan teknologi printer 3D untuk kebutuhan komersial sekaligus pemegang patennya (terdaftar pada tanggal 8 Agustus 1984). Chuck Hull juga merupakan sosok di balik penciptaan STL, format file pertama yang hadir untuk mengubah data menjadi model 3D. 

 

STL kemudian menjadi dasar untuk berbagai format lainnya, misalnya OBJ dan AMF. Dalam format STL, data dari hasil pemindaian desain diubah menjadi kumpulan jaring segitiga yang membentuk sosok atau bentuk tertentu. Walau format lain bermunculan dan menawarkan akurasi lebih untuk membentuk sosok 3D, STL tetap diakui sebagai format standar dalam industri yang menggunakan printer 3D.

 

Setelah Hideo Kodama dan Chuck Hull, teknologi cetak 3D mulai banyak digunakan untuk tujuan pemasaran produk dan penelitian. Karena teknologi ini terbilang mahal dan eksklusif, industri yang menggunakannya awalnya terbatas pada industri berbiaya dan berisiko tinggi seperti otomotif, penerbangan, dan industri perlengkapan medis. Kini, teknologi cetak 3D bisa diakses dengan mudah dan bahkan bisa Anda gunakan untuk mencetak model sebagai hobi atau membuat kerajinan tangan.

 

Hideo Kodama mungkin bukan penemu langsung teknologi cetak 3D. Akan tetapi, dia adalah perintis penelitian teknologi printing 3D di era modern. Penelitian dan tulisannya di jurnal adalah dasar dari perkembangan printer 3D masa kini.

Baca juga: Perkembangan 3D Printing untuk Pembangunan Properti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *