fbpx

Kupas Tuntas Kelebihan dan Kekurangan Multi Jet Modelling

Kupas Tuntas Kelebihan dan Kekurangan Multi Jet Modelling

Kupas Tuntas Kelebihan dan Kekurangan Multi Jet Modelling

Sebagai salah satu metode manufaktur aditif, Multi Jet Modelling atau MJM mengandalkan lapisan fotopolimer yang ditempatkan sedemikian rupa agar bisa diasapi oleh sinar UV. Nama lain metode ini adalah inkjet atau polyjet. 

Ingin tahu bagaimana cara kerja MJM berikut kelebihan dan kekurangannya? Penjelasan di bawah ini bisa menjawab rasa penasaran Anda.

 

 

Apa Itu Multi Jet Modeling?

Mayoritas metode pencetakan 3D memakai bahan polimer dan plastik dengan aplikasi terbatas. Pasalnya, pembuatan objek dengan konstruksi lapis demi lapis menimbulkan respons bahan anisotropik dan sulit mencapai tingkat kehalusan yang dikehendaki. 

Namun, multi jet modelling terkenal memiliki kemampuan membentuk objek dengan detail halus. Selama proses pencetakan berlangsung, print head akan membangun objek 3D lapis demi lapis sehingga bisa menghasilkan objek detail dengan permukaan halus. Mirip dengan cara kerja printer inkjet konvensional kan?

Pada tahun 2000 Objet-Geometries menjadi pengembang pertama printer 3D yang memanfaatkan tetesan fotopolimer dan mengasapinya dengan sinar UV. Dalam perjalanannya, Objet-Geometries berhasil mengembangkan PolyJet dan memegang banyak hak paten. Hal tersebut cukup menjelaskan mengapa metode ini memiliki banyak nama.

 

 

Begini Cara Kerja Multi Jet Modeling

Perlu Anda tahu, printer multijet memiliki beberapa komponen, yaitu wadah material, platform build dan elevator, serta carriage tempat lampu UV dan jet print head. Sebelum mulai pencetakan, tuangkan lebih dahulu resin fotopolimer ke dalam wadah dan panaskan agar zat dapat mencapai viskositas yang dihendaki.

Proses pencetakan bermula dari pergerakan carriage melintasi sumbu X atau platform build. Ketika bergerak, print head menyemprotkan resin secara selektif dalam bentuk tetesan ke platform build. Begitu resin sudah disemprot, lampu UV akan mengasapi tetesan tersebut hingga berubah menjadi padat dan mencapai bentuk final.

Terdapat dua print head yang bertugas mencetak sehingga elemen pendukung tambahan pun bisa dibuat di dalamnya. Sementara lapisan objek yang dicetak akan ditambahkan bertahap dengan menggunakan material dan penyangga yang sama terus menerus.

Sementara itu, bahan pendukung yang melindungi model selama pencetakan akan menjalani proses berbeda. Bisa berupa dihilangkan dengan semburan air atau dibuat larut dalam air. Begitu objek 3D sudah jadi, Anda dapat segera memprosesnya dengan mesin, direkatkan, maupun dilapisi (contoh, metalisasi vakum). 

Uniknya, karena memiliki beberapa print head, Anda dapat menaruh beberapa bahan berbeda untuk dicetak sekaligus. Metode pelapisan juga memungkinkan komponen dibangun di atas satu sama lain selama proses pencetakan.

Pencetakan 3D dengan teknik multi jet modelling ideal untuk pembuatan prototipe. Khususnya, model yang menggunakan lebih dari dua bahan atau model berkarakteristik halus dengan desain presisi dan dinding tipis. Contoh, peralatan yang populer digunakan dalam industri medis dan gigi.

 

 

Material yang Dicetak

Berbagai jenis material tersedia untuk pencetakan dengan multi jet modelling. Dengan mencampur resin dari bahan berbeda, teknik ini mampu menciptakan material komposit beragam dengan keunikan karakteristik dan manfaat masing-masing. Material yang disebutkan di bawah ini juga ideal untuk finishing pasca produksi.

Beberapa bahan yang dapat digunakan antara lain:

 

1. VeroClear

Bahan ini memungkinkan pembuatan model transparan dan detail berkat stabilitas dimensi yang tinggi. Meski berbahan sintetis, permukaannya terasa halus dan mudah dipoles.

 

2. VeroWhite+

Fotopolimer VeroWhite+ mempunyai struktur kokoh dan permukaan halus sehingga cocok untuk objek prototipe dengan tingkat detail tinggi, seperti untuk keperluan medis. Tekstur permukaan yang dihasilkan ringan, mengkilap, dan halus.

 

3. Digital ABS

Ideal untuk prototipe fungsional dan alat produksi, maupun suku cadang motor dan komponen dengan snap fit karena memiliki tingkat ketahanan tinggi dan tahan panas. 

 

4. TangoBlack+

Bahan karet TangoBlack+ highly-slip resistant, lengket, tangguh, dan elastis. Ideal untuk dudukan karet, permukaan, segel, atau selang. 

 

 

Kelebihan dan Kekurangan Multi Jet Modeling

Bagaimana dengan kelebihan dan kekurangan multi jet modeling?

 

Kelebihan

  • Dapat menggabungkan beberapa material berbeda.
  • Material berbeda bisa dicampurkan dalam nozzle untuk membentuk nuansa warna yang unik dengan tingkat kekerasan yang diinginkan.
  • Bisa dicat, dipotong, maupun dihaluskan saat proses finishing. 
  • Memiliki tingkat akurasi dan detail yang tinggi dengan struktur halus.
  • Tidak ada residu polimer pada model, cukup melepaskan bahan pendukung saja.
  • Karena keakuratan bentuk yang bisa dibuat, desainer dapat mengidentifikasi dan mengevaluasi potensi kesalahan pada tahap awal pembuatan produk. 
  • Meningkatkan efisiensi proses pengembangan produk, baik dari segi waktu, biaya, maupun tenaga.

 

Kekurangan

  • Sifat mekanik multi jet modelling tergolong buruk sehingga kurang cocok untuk prototipe fungsional.
  • Ketahanan suhu cenderung rendah, material yang dipakai agak rapuh dan tidak tahan UV.
  • Ada kemungkinan terjadi perubahan warna dan penggetasan (cacat atau retak pada permukaan akibat penurunan sifat mekanik bahan).
  • Ada batasan dalam bentuk geometrik karena keberadaan bahan pendukung yang melindungi objek selama proses pencetakan.
  • Biaya bahan cenderung tinggi dibandingkan proses pencetakan 3D lain.
  • Variasi bahan terbatas.

 

Anda sudah mempelajari apa itu multi jet modelling berikut cara kerja, material yang digunakan, serta kelebihan dan kekurangannya. Anda dapat menjadikannya sebagai panduan untuk mempelajari proses industri yang melibatkan pencetakan benda tiga dimensi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *