Mengenal 3D Printing Surabaya

Mengenal 3D Printing Surabaya

Mengenal 3D Printing Surabaya

Apakah Anda sudah mengetahui mengenai printer 3D ini, cara kerja, dan bagaimana prinsip kerjanya? Anda tentunya sudah pernah melihat film Mission Impossible 4 : Ghost Protocol bukan? Terdapat salah satu adegan dimana adegan tersebut menunjukkan mengenai gadget unik canggih yang digunakan oleh IMF. Gadget unik canggih tersebut adalah printer 3D dan dengan menggunakan printer tersebut dapat dibuat topeng berdasarkan dengan pemetaan 3D dari wajah tokoh. Anda tentunya suatu adegan ini merupakan suatu khayalan atau anggan-anggan saja bukan? Akan tetapi, suatu perusahaan Jepang bernama REAL F telah mengembangkan teknologi printer 3D yang bisa digunakan untuk membuat replika wajah manusia. Pada artikel kali ini, kami akan membahas mengenai 3D printing Surabaya mulai dari prinsip kerja dan jenis-jenis printer 3D.

Baca Juga: Informasi Jasa 3D Printing Surabaya

Printer 3D atau biasa dikenal dengan Additive Layer Manufacturing adalah suatu alat yang digunakan dalam proses pembuatan objek padat berbentuk 3 dimensi atau bentuk apapun yang berasal dari model digital. Cara kerja dari printer 3D sendiri mempunyai persamaan dengan printer laser yaitu menggunakan teknik membuat objek dari lapisan-lapisan atau layer yang setiap lapisan tersebut dicetak di atas setiap lapisan lainnya. Penggunaan teknologi printer 3D seperti yang digunakan pada 3D printing Surabaya sudah dikembangkan sejak tahun 1980-an akan tetapi baru diproduksi untuk komersil pada tahun 2010-an. Sebenarnya, printer 3D ini pertama kali dibuat oleh Chuck Hull yang berasal dari perusahaan 3D Systems Corp pada tahun 1984. Mulai dari tahun 1984, printer 3D sudah dikembangkan dan digunakan dalam prototype (model) dan industri arsitektur, otomotif, militer, industri medis, fashion, sistem informasi geografis, dan biotech.

Jenis Printer 3D

1. Direct Printer 3D

Mekanisme kerja dari direct printer 3D sendiri menggunakan teknologi inkjet dan printer jenis ini sudah digunakan sejak tahun 1960 ketika masih digunakannya printer 2D. Dengan menggunakan teknologi inkjet maka cara kerja dari printer 3D ini sama dengan cara kerja printer 2D yaitu inkjet bergerak maju dan mundur sembari mengeluarkan cairan. Pembeda antara printer 2D dengan printer 3D adalah gerakan inkjet pada printer 2D hanya dapat maju dan mundur atau gerakan horisontal akan tetapi pada printer 3D ini, inkjet dapat bergerak secara vertikal maupun horisontal dan cairan yang dikeluarkan bukan tinta seperti printer 2D melainkan mengeluarkan lilin dan polimer plastik.

2. Binder Printer 3D

Meskipun sama dengan direct printer 3D yaitu menggunakan nozel inkjet untuk menuangkan cairan untuk membentuk suatu lapisan akan tetapi tetap terdapat perbedaan diantara kedua jenis printer 3D tersebut. Perbedaan dengan jenis direct adalah jenis binder ini bisa melakukan proses pencetakan dengan menggunakan 2 jenis bahan yang berbeda, yaitu bubuk kering dan lem cair. Mekanisme kerjanya yaitu dilakukan penuangan bubuk kering untuk pertama kali kemudian dilanjutkan penuangan lem cair supaya terjadi pengikatan. Hal seperti ini dilakukan hingga semua proses pencetakan terselesaikan.

3. Photopolymerization Printer 3D

Apabila ditilik dari katanya, photopolymerization terdiri dari kata photo yang memiliki arti cahaya dan polymer yang memiliki arti senyawa kimia plastik. Cara kerja dari printer 3D jenis ini yaitu meneteskan cairan plastik polimer dan diberikan penyinaran laser berupa sinar ultraviolet dan proses ini dilakukan hingga proses pencetakan sudah selesai dilakukan.

4. Sintering Printer 3D

Proses kerja dari sintering printer 3D ini melibatkan partikel padat yang diberikan proses penyinaran. Proses pencetakan menggunakan printer 3D jenis ini sering disebut dengan Selective Laser Sintering (SLS) yaitu suatu proses printer 3D yang bekerja dengan menggunakan laser untuk mencairkan bubuk plastik kemudian bubuk plastik tersebut mencair dan kembali membeku sehingga terbentuk suatu lapisan. Printer 3D jenis sintering ini sering digunakan untuk mencetak benda yang berasal dari logam karena proses manufaktur logam membutuhkan suatu mekanisme dari bentuk padat kemudian cair dan kembali menjadi padat. Keuntungan yang bisa didapat apabila menggunakan printer 3D jenis sintering adalah tingkat presisi benda yang dicetak tinggi.

Cara kerja untuk mencetak suatu benda 3 dimensi sama dengan menggunakan printer inkjet konvensional yaitu harus membuat terlebih dahulu layer atau lapisan-lapisan cetakan warna sehingga objek yang dibuat terlihat nyata. Perbedaannya hanya 3D printing Surabaya menggunakan plastic molten wax dan material lainnya bukannya menggunakan tinta sehingga objek yang diciptakan dapat sesuai dengan keinginan Anda. Prinsip kerja dari 3D printing Surabaya yaitu membutuhkan suatu data yang berbentuk 3 dimensi atau dinamakan sebagai data digital tiga dimensi. Dalam membuat data 3 dimensi ini menggunakan teknik aplikasi Computer Aided Design (CAD) yaitu suatu aplikasi yang bisa digunakan untuk menampilkan data dalam bentuk 3 dimensi. Teknologi yang digunakan pada printer 3D printing Surabaya adalah menggunakan teknologi Additive Manufacturing yaitu objek dibangun dengan membentuk suatu layer per layer material bukannya membuang material seperti menggunakan laser cutting.

Tahapan Kerja 3D Printing Surabaya

1. Model Objek 3 Dimensi

Proses pencetakan menggunakan printer 3D ini hanya dapat dilakukan apabila data yang dimasukkan merupakan model objek 3D. Model objek 3D sendiri dibuat menggunakan aplikasi khusus yang juga dapat terhubung dengan printer 3D, seperti solidwork, catia, delcam, dan lain-lain.

2. Printing

Bila model objek 3D ini sudah jadi maka Anda langsung bisa melakukan proses pencetakan pada printer 3D. Waktu yang digunakan dalam proses pencetakan sendiri tergantung oleh ukuran dan besar model objek 3D yang Anda buat tadi. Prinsip yang digunakan pada tahap printing ini adalah menggunakan prinsip Additive Layer dan dengan rangkaian proses mesin pertama kali membaca model objek 3D dan memulai untuk menyusun lapisan-lapisan secara berurutan untuk membentuk suatu objek virtual yang digabungkan secara otomatis sehingga dapat membentuk suatu susunan lengkap dan utuh.

3. Finishing

Pada tahapan finishing, Anda melakukan penyempurnaan pada bagian kompleks-kompleks yang dapat terjadi karena over sized atau ukuran yang berbeda dengan yang diinginkan. Dalam tahapan finishing, Anda bisa menggunakan teknik tambahan seperti teknik multiple color atau kombinasi warna dan multiple material atau kombinasi material berbeda supaya objek yang dihasilkan sesuai dengan harapan.

Dalam menggunakan printer 3D terdapat kelebihan, antara lain:

  1. Dalam proses pembuatan produk bisa dikerjakan dengan cepat, mudah, detail, dan pengukurannya dapat menggunakan satuan mm.
  2. Proses pembuatan objek dengan menggunakan printer 3D hanya dibutuhkan waktu rata-rata 1 menit tetapi apabila objeknya cukup rumit maka membutuhkan waktu yang lebih lama. Namun apabila Anda bandingkan dengan menggunakan cara manual, menggunakan printer 3D jauh lebih cepat dan efisien.
  3. Dengan menggunakan printer 3D ini bisa membuat produk-produk seperti produk oleh produk pabrik seperti perhiasan, sepatu, ponsel, dan baju.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *