Cara Menghaluskan Hasil 3D Printing yang Masih Kasar

Cara Menghaluskan Hasil 3D Printing yang Masih Kasar

Cara Menghaluskan Hasil 3D Printing yang Masih Kasar

Mau tau bagaimana cara menghaluskan hasil 3D printing? – Mesin cetak 3D dipilih karena memiliki tingkat akurasi yang cukup tinggi. Hasil cetakannya juga bisa lapis per lapis sesuai dengan desain yang dibuat. Anda bisa mencetak produk atau model dengan skala 1:1 secara sempurna dengan menggunakan bahan filamen plastik.

Meski memiliki kesempurnaan dalam hal cetakan, ada kalanya hasil cetakan tidak sempurna atau terkesan kasar. Hal ini bisa terjadi karena ada masalah pada desain atau mungkin waktu cetak yang lama. Oleh karena itu setelah model atau produk selesai dicetak, tugas selanjutnya yang harus dilakukan adalah menghaluskannya.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghaluskan hasil dari 3D printing. Anda bisa menggunakan salah satu atau beberapa sesuai dengan kebutuhan.

 

1. Proses Bead Blasting

Proses bead blasting ini adalah cara pertama yang bisa dilakukan untuk menghaluskan produk hasil mesin cetak 3D. Proses ini dilakukan dengan menyemprotkan bahan tertentu yang mirip cairan. Umumnya bahannya sama dengan model yang sudah dibuat. Dengan bahan yang sama, diharapkan tidak terlihat perbedaan yang mencolok.

Hal yang cukup disayangkan dari cara ini adalah sulitnya untuk mengendalikan volume dari bahan yang disemprotkan. Kalau tidak dilakukan dengan hati-hati, kemungkinan besar bisa menyebabkan model 3D jadi tebal. Selain itu prosesnya juga banyak manual dan harus dilakukan di ruangan khusus untuk menghindari pencemaran.

 

2. Proses Pengamplasan

Meski salah satu kelebihan melakukan cetak 3D adalah kepresisian, terkadang permukaan model tidak begitu halus. Hal ini tentu tidak diinginkan oleh banyak orang, apalagi model produknya miliki klien. Nah, untuk menyiasati hal ini ada satu cara tradisional yang bisa dilakukan oleh pencetaknya.

Amplas bisa digunakan untuk menghaluskan beberapa bagian yang masih kurang lembut. Pilih amplas yang tidak terlalu kasar, tapi masih bisa digunakan untuk meratakan permukaan yang kasar. Lakukan dengan hati-hati agar tidak semua bagian terkena amplas dan akhirnya terjadi kerusakan.

Kalau setelah proses pengamplasan dilakukan dan Anda merasa tidak puas, bisa dilakukan cara pertama. Pelapisan bahan dengan cara disemprotkan. Perpaduan dua proses itu akan menghasilkan produk yang sempurna.

 

3. Proses Penguapan Suhu Dingin

Proses ketiga yang bisa dilakukan untuk menghaluskan permukaan dari model 3D adalah dengan proses penguapan dingin. Proses ini dilakukan dalam kotak yang sudah diberi cairan aseton. Selanjutnya model dimasukkan untuk mulai mengalami pelelehan bagian yang tidak diperlukan sampai beberapa saat.

Model tidak dimasukkan ke dalam cairan aseton ya, tapi di atasnya dan membiarkan uap dari aseton melakukan kerjanya perlahan-lahan. Kalau Anda sudah merasa produk yang dihasilkan halus dan sempurna, segera angka dari kotak itu agar tidak rusak karena banyak bagian yang leleh.

Selalu gunakan sarung tangan untuk melakukan semua prosesnya. Hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya kecelakaan pada kulit tangan kalau semisal bersentuhan dengan cairan tertentu.

 

4. Proses Penguapan Suhu Panas

Proses selanjutnya yang bisa dilakukan adalah dengan proses penguapan panas. Cara ini hampir sama dengan penguapan dingin dengan aseton. Bedanya adalah aseton dipanaskan dari bawah hingga proses penguapannya berjalan dengan lebih cepat. Model yang kadar bisa segera dilelehkan dengan cukup mudah.

Kalau proses penguapan yang terjadi sangat cepat, kita harus hati-hati saat melakukan penghalusan. Pasalnya proses penghalusan yang akan dilakukan bisa sangat cepat. Kalau kita telat mengangkat model dari dalam ruangan menghaluskan. kemungkinan besar bisa mengalami pelelehan ke bagian penting.

Menghindari ada bagian yang lebur padahal sedang dibutuhkan dan penting, ada baiknya untuk memasang alarm. Anda bisa menyetingnya menjadi beberapa menit agar tidak lupa.

 

5. Proses Pelapisan

Proses pelapisan ini dilakukan dengan cara melakukan pengamplasan terlebih dahulu. Hilangkan beberapa bagian yang tidak perlu. Selanjutnya, rapikan bagian dari model sebelum dilapisi agar lebih sempurna. Umumnya lapisan awal yang dipakai adalah cairan primer sebelum akhirnya dilapisi lagi dengan cat khusus.

Proses ini membutuhkan waktu cukup lama dan tidak bisa kering dengan cepat. Selain itu proses pelapisan dengan cat juga harus dilakukan dengan perlahan dan juga merata. Kalau tidak dilakukan dengan merata, kemungkinan besar ada bagian yang tidak rata lagi.

Meski cukup mudah dan banyak dilakukan, proses ini hanya bisa digunakan untuk pemodelan saja. Apalagi bahan tidak akan tahan dengan gesekan yang besar setelah proses pelapisan selesai dan kering.

 

6. Proses Penguasan

Hampir sama dengan proses sebelumnya, cara ini dilakukan dengan melapisi bagian yang dianggap kasar dan tidak sempurna. Bagian yang kasar ini akan dilapisi dengan cairan tertentu seperti XTC-3D. Bahan dicampur hingga merata di dalam wadah lalu disapukan ke model 3D yang sudah jadi.

Lakukan proses ini dengan hati-hati agar bisa merata dengan sempurna. Cairan pelapisan yang digunakan tidak memiliki warna dan cenderung bening. Itulah kenapa warna dan bentuk asli dari model akan terlihat dengan sangat jelas. Setelah pengolesan dilakukan tunggu sampai kering agar tidak rusak oleh sentuhan atau gesekan.

 

Demikianlah beberapa cara untuk menghaluskan hasil model 3D printing yang benar. Selain menggunakan beberapa cara di atas, jangan lupa untuk memperhatikan keselamatan saat bekerja. Anda disarankan menggunakan masker untuk mencegah masuknya sisa partikel ke hidung saat penghalusan.

Gunakan juga sarung tangan untuk mencegah luka di tangan sehingga pekerjaan yang dilakukan minim risiko. Semoga ulasan di atas bermanfaat dan bisa digunakan untuk memaksimalkan hasil print 3D.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *