Panduan Cerdas Memilih Jenis Filament 3D Printing

Panduan Cerdas Memilih Jenis Filament 3D Printing

Panduan Cerdas Memilih Jenis Filament 3D Printing

Bukan rahasia lagi bahwa dalam beberapa tahun belakangan teknologi 3D printing berkembang sangat pesat. Para makers, pengembang, insinyur hingga para pehobi ramai-ramai menggunakan teknologi ini untuk mengembangkan produk dan membuat prototipe. Selain memilih mesin cetak yang tepat, hasil yang memuaskan juga bisa didapat dengan memilih filamen 3D printing yang sesuai.

Filamen dalam teknologi cetak 3 dimensi merujuk pada bahan yang digunakan untuk mewujudkan hasil cetak dalam bentuk fisik. Lapisan demi lapisan ditumpuk dengan menggunakan mesin printer dengan bahan filamen atau resin hingga objek yang diinginkan terbentuk dengan baik.

Masing-masing jenis filamen 3D printing memiliki aplikasi yang berbeda-beda. Sebagai panduan untuk Anda yang ingin mencoba teknik cetak ini, simak beberapa jenis filamen dan penggunaannya berikut ini!

 

1. PLA/PLA+

PLA atau polylactid acid merupakan salah satu jenis filamen yang paling umum dipakai. Resin ini dibuat dengan menggunakan biji jagung yang diekstraksi sedemikian rupa. Karena dibuat dari bahan alami, resin ini lebih ramah lingkungan. Titik lelehnya yang rendah membuat material ini mudah dilelehkan sehingga proses pencetakan dapat dilakukan dengan lebih efisien.

Berdasarkan teksturnya yang cenderung rapuh dan mudah patah, filamen ini tidak disarankan untuk mencetak objek yang akan ditekuk atau diletakkan di area bersuhu tinggi. Anda bisa menggunakan PLA atau PLA+ untuk membuat bagian mekanik robot, prototipe produk hingga casing ponsel.

 

2. ABS/ABS+

Di urutan kedua, ada filamen ABS/ABS+ (Acrylonitrile butadiene styrene) yang juga tidak kalah populer digunakan untuk cetak 3 dimensi. Dibanding dengan PLA/PLA+ resin ini memiliki daya tahan yang lebih baik. Namun ini juga yang menyebabkan ABS/ABS+ harus dipanaskan dalam suhu tinggi saat digunakan. Filamen ini memiliki aroma yang menyengat. Pastikan saat proses pencetakan, ruangan yang digunakan memiliki sirkulasi udara yang baik.

Dengan performa yang bagus, Anda bisa menggunakan filamen ini untuk membuat casing perlengkapan elektronik, gagang perkakas dapur, mainan hingga sambungan peralatan rumah tangga. Filamen ini juga lebih mudah diwarnai dan dihaluskan sehingga tampilannya lebih estetik dibanding PLA/PLA+.

 

3. Polycarbonate

Di antara sekian banyak filamen, polycarbonate merupakan jenis resin yang memiliki daya tahan paling baik. Warnanya cenderung transparan dan mampu menahan panas hingga benturan. Tidak heran jika aplikasinya banyak ditemukan dalam pembuatan layar elektronik, atap rumah hingga kaca tahan peluru.

Untuk Anda yang membutuhkan material transparan yang tahan hingga suhu 110 derajat Celsius, filamen ini cocok dipilih. Objek yang cocok dibuat dengan polycarbonate antara lain adalah suku cadang mekanik, elektronik hingga otomotif.

 

4. Wood

Seperti namanya, filamen ini menawarkan tampilan berupa warna dan tekstur yang mirip kayu. Wood dibuat dengan campuran PLA dengan serat kayu. Filamen wood memiliki beberapa varian antara lain bamboo, cherry, coconut, pine dan lain sebagainya.

Perlu diketahui karena filamen ini dibuat dengan bahan campuran, durabilitas dan fleksibilitasnya cenderung rendah. Anda dapat menggunakannya untuk mencetak dekorasi rumah, aksesoris furnitur hingga pajangan.

 

5. Metal

Meskipun namanya metal, namun filamen ini tidak dibuat dengan 100% logam melainkan  campuran ABS atau PLA dengan bronze, aluminium, copper hingga stainless steel. Karena bahan logam penyusunnya, hasil cetak 3 dimensi yang dibuat dengan menggunakan filamen ini memiliki tampilan mengkilap layaknya metal.

Bagi Anda yang ingin mencetak objek yang memiliki tampilan menyerupai metal, filamen ini cocok digunakan. Beberapa benda yang bisa dibuat dengan resin ini antara lain adalah patung pajangan dan dekorasi rumah.

 

6. Nylon

Nylon merupakan polimer sintetis yang banyak dimanfaatkan dalam industri. Meskipun lebih ringan dibanding filamen lain, soal kekuatan, resin ini boleh diadu. Kelebihan yang dimiliki oleh filamen nylon adalah dapat diwarnai baik sebelum maupun sesudah proses cetak. Sayangnya, Anda tidak bisa menyimpan hasilnya di tempat lembap agar tidak mudah retak.

Beberapa contoh objek yang dapat dicetak dengan filamen ini antara lain prototipe produk, suku cadang mekanik dan beragam perkakas ringan.

 

7. TPE/TPU/TPC

Secara tekstur, kelenturan dan daya tahan, filamen ini mirip dengan karet. Namun dibanding dengan bahan lain seperti ABS dan PLA, resin ini cenderung lebih sulit dicetak. Untuk kebutuhan cetak objek yang lentur, mudah dibengkokkan dan ditarik, ketiga bahan ini paling ideal digunakan. Beberapa contoh di antaranya adalah mainan anak-anak, casing ponsel dan perangkat wearable.

 

8. PVA

PVA atau Polyvinyl acetate merupakan komponen yang mirip dengan lem. Karena sifat lunaknya ini, filamen jenis PVA cenderung sulit dicetak. Pastikan Anda tidak menggunakan suhu cetak yang terlalu tinggi agar hasilnya tidak meleleh. PVA bisa larut di dalam air sehingga cocok dipakai sebagai pencetak alat-alat yang digunakan untuk eksperimen.

 

Lalu, apa saja faktor yang harus dipertimbangkan saat memilih filamen untuk cetak 3 dimensi?

  • Titik leleh material yang akan digunakan
  • Kondisi lingkungan di sekitar tempat pencetakan untuk memperkirakan aroma dan polusi kimia yang mungkin muncul
  • Persyaratan pemanasan untuk mencegah kerusakan hasil cetak
  • Tingkat kelenturan material plastik
  • Prosedur khusus (beberapa material harus dicetak dengan sangat pelan agar hasilnya maksimal).

 

Dengan informasi seputar filamen 3D printing dan  prosedur pemilihan di atas, Anda bisa memilih bahan yang tepat untuk mendapatkan hasil cetak terbaik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *