fbpx

Teknologi 3D Scanning: Ketahui Apa Manfaat dan Cara Kerjanya

Teknologi 3D Scanning: Ketahui Apa Manfaat dan Cara Kerjanya

Teknologi 3D Scanning: Ketahui Apa Manfaat dan Cara Kerjanya

Untuk memulai proyek 3D printing, langkah pertama yang penting untuk dilakukan adalah 3D scanning atau pemindaian 3D. Ini merupakan alternatif cara dalam membuat representasi 3D dari sebuah objek selain menggunakan perangkat lunak 3D modelling. Selanjutnya, pencetakan 3D akan mengacu pada desain dari hasil pemindaian maupun pemodelan 3D.

Pemindaian 3D adalah menganalisis objek dari dunia nyata untuk mengumpulkan data kemudian menciptakan kembali bentuknya secara digital. Ada beragam metode pemindaian 3D yang dapat digunakan, di antaranya pemindaian 3D laser, fotogrametri, dan pemindaian cahaya terstruktur. Semua bisa digunakan asal sesuai proyek dan konteksnya.

 

 

Mempelajari Cara Kerja 3D Scanning

Ilustrasi sebuah objek yang sedang dipindai dengan menggunakan mesin 3d scanning

Cara kerja 3D scanning berbeda tergantung pada metode yang digunakan. Untuk mengetahui lebih jelas, simak ulasan berikut.

 

  • Pemindaian 3D Laser

Pemindaian 3D dengan menggunakan metode laser adalah cara yang paling umum digunakan. Cara kerjanya adalah menangkap bentuk objek secara digital dengan menggunakan sinar sehingga mendapatkan representasi digital dari objek yang sebenarnya. Keunggulan pemindai 3D laser adalah dapat mengukur detail dengan sangat halus serta bisa menangkap bentuk bebas sehingga hasilnya sangat akurat. 

Pemindaian menggunakan laser sedikit mirip dengan cara kerja kamera. Pemindai akan menangkap apa yang ada di bidang pandangnya. Dalam proses ini, titik atau garis laser diproyeksikan pada objek dari perangkat dan sensor mengukur jarak ke permukaan objek. Teknik pemindaian 3D laser sangat cocok untuk pengukuran dan pemeriksaan geometri kompleks. 

Baca juga: Mengenal SLS 3D Printing, Teknik Cetak dengan Laser

 

  • Fotogrametri

Fotogrametri adalah pemotretan yang dilakukan dari atas untuk membuat pengukuran. Metode ini menggunakan paralaks atau perubahan semu pada suatu arah benda yang disebabkan perubahan posisi orang yang memandang. Paralaks diperoleh dari gambar yang diambil dari berbagai sudut pandang yang berbeda. 

Fotogrametri bisa digunakan untuk merekam medan gerak 2D dan 3D yang kompleks. Konsepnya meniru teknik pada penglihatan binokular untuk mendapatkan semua informasi dari objek fisik tersebut. Proses ini mengumpulkan sejumlah data berupa bentuk, volume, dan kedalaman objek yang sedang dipindai. 

 

  • Pemindaian Cahaya Terstruktur

Metode pemindaian 3D dengan Structured Light Scanning ini menggunakan proyektor yang menggantikan salah satu posisi kamera. Tujuannya untuk memproyeksikan pola cahaya yang berbeda pada permukaan suatu objek. 

Cara objek mengubah pola ini direkam sehingga pemindaian 3D bisa dilakukan. Proses pemindaian cahaya terstruktur umumnya digunakan dalam teknologi pengenalan wajah dan lingkungan. 

 

 

Mengapa 3D Scanning Dibutuhkan?

Seperti telah disebutkan, 3D scanning berfungsi sebagai langkah awal dalam proses 3D printing untuk kemudian memproduksi objek yang menyerupai aslinya. Selain itu, ada sejumlah alasan mengapa teknik ini sangat dibutuhkan.

 

  • Menghemat Waktu dalam Tahap Desain

Salah satu keunggulan 3D scanning adalah dapat menghemat waktu yang seharusnya digunakan untuk membuat desain format digital dari suatu objek. Bukan hanya untuk membuat format digital dari objek yang sudah ada, tetapi juga untuk merekayasa objek baru berdasarkan desain yang sudah ada. 

Dengan menggunakan teknik pemindaian 3D, pemindai akan lebih hemat waktu. Pemindai akan bekerja secara cepat untuk memotret tiap sudut dan celah produk  kemudian mengubahnya dalam bentuk digital. Cara ini jauh lebih praktis daripada menggunakan teknik konvensional.

 

  • Proses Membuat Prototipe Lebih Cepat

Untuk membuat prototipe yang akurat tidak mudah. Namun, pemindaian dengan metode cahaya terstruktur akan mempercepat proses tersebut. Pemindai dapat mengukur penampang dan mengidentifikasi area tempat objek dibelokkan sekaligus menyimpan data yang terkait dengan pemindaian. Apabila telah memindai versi baru dari prototipe tersebut, perbandingan bisa dilakukan dengan cepat dan mudah. 

 

  • Memudahkan Manufaktur Ulang Tanpa CAD

CAD merupakan perangkat lunak yang tidak bisa dipisahkan dari 3D printing, khususnya untuk mendesain objek dalam format digital. Nah, 3D scanning dapat melakukan manufaktur ulang tanpa bantuan CAD dengan cara memindai bagian lama dan menyempurnakannya dengan perangkat lunak Reverse Engineering.

 

 

Penggunaan 3D Scanning

Ilustrasi sebuah benda yang sedang dipindai dengan menggunakan mesin 3d scanning

Menggunakan 3D scanning memang mempermudah pengguna dalam membuat model 3D untuk kebutuhan 3D printing, terutama jika hanya ingin membuat ulang objek yang pernah ada. Pada model 3D yang telah ada, Anda pun bisa melakukan modifikasi yang bisa membuat proyek tersebut lebih menarik dan sesuai fungsi. 

Salah satu contoh penggunaan 3D scanning adalah pada sektor medis. Sektor ini sangat membutuhkan teknologi pemindaian, misalnya untuk mengukur prosthesis untuk pasien. Pemindaian 3D juga umum digunakan di bidang kedokteran gigi, misalnya untuk membuat perangkat gigi seperti kawat gigi, implan, dan gigi palsu.

Ternyata, 3D scanning memiliki banyak manfaat, bahkan dapat menjadi stok data yang bisa digunakan suatu saat nanti. Ada banyak potensi yang bisa dikembangkan dari teknologi ini. Selanjutnya adalah memilih aplikasi pemindai yang paling sesuai dengan kebutuhan untuk mendapatkan hasil digital yang memadai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *