7 Hal Penting Sebelum Anda Memulai Usaha Printer 3D

7 Hal Penting Sebelum Anda Memulai Usaha Printer 3D

7 Hal Penting Sebelum Anda Memulai Usaha Printer 3D

Munculnya teknologi print 3D atau 3D printing memberikan perubahan yang sangat besar pada kehidupan manusia. Sebelumnya, kalau membuat komponen tertentu atau model dilakukan dengan sistem molding atau cetak dan pemotongan bongkahan bahan yang menjadi bahan baku. Dengan teknologi cetak tiga dimensi ini, Anda tidak perlu melakukan hal-hal yang rumit. Cukup menggunakan mesin untuk mencetak dan desain 3D yang dibuat menggunakan aplikasi tertentu. Kelebihan yang besar dari cetak 3D ini tentu diminati banyak orang. Ada yang menggunakannya untuk modeling produk dan ada yang untuk bisnis. Kalau Anda ingin usaha menggunakan mesin printer 3d, perhatikan beberapa hal di bawah ini.

 

1. Konsumsi Energi yang Besar

Dibandingkan dengan sistem cetak atau molding biasa, konsumsi energi yang dikeluarkan oleh printer 3D jauh lebih besar. Bahkan, menurut penelitian ada kenaikan sekitar 50-100 kali lipat. Dengan kenaikan yang besar ini kemungkinan terjadi boros energi listrik akan besar.

Saat ini beberapa produsen printer 3D terus berupaya untuk membuat mesinnya agar tidak menyerap banyak energi. Meski demikian, untuk menghasilkan produk 3D dan cepat, mau tidak mau listrik dibutuhkan dalam jumlah banyak dan melimpah agar hasilnya maksimal.

 

2. Cenderung Lebih Mahal

Selain butuh energi yang banyak, mesin untuk mencetak produk secara 3D cenderung lebih mahal. Mesin ini juga membutuhkan pengisi atau filamen yang juga mahal khususnya yang terbuat dari logam. Kalau mesin dan juga pengisinya mahal, kemungkinan besar, produk yang dihasilkan juga memiliki harga jual mahal.

Produsen mesin 3D memang membuat produk yang jauh lebih terjangkau. Namun, ukurannya tentu sangat kecil dan digunakan untuk mencetak produk dari plastik. Untuk keperluan usaha printer 3D yang profesional tentu butuh yang ukurannya besar dan bahan isian atau filamen yang juga berkualitas.

Kalau ingin membuat usaha dengan mesin print 3D, sebaiknya memiliki modal yang besar dan target marketnya bukan individu. Namun, perusahaan yang tidak masalah membayar mahal asal mendapatkan produk yang sesuai dengan keinginan mereka.

 

3. Bahan Masih Terbatas

Bahan yang digunakan untuk printer 3D masih sangat terbatas saat ini. Pengembangan masih dilakukan, tapi yang sudah ada di pasaran adalah bahan atau filamen yang menggunakan plastik. Selanjutnya yang jenis logam juga masih dikembangkan karena proses peleburan dan pencetakan instan tidak mudah.

Karena bahan yang banyak digunakan baru sekitar plastik, kualitas produk yang dihasilkan bisa saja tidak maksimal. Plastik tidak memiliki kerapatan yang sempurna. Selain itu juga mudah sekali rusak apalagi kalau sampai terbakar.

 

4. Mesin Tidak Bisa Digunakan Sembarangan

Berbeda dengan mesin printer kebanyakan yang mudah dioperasikan oleh siapa saja, mesin untuk cetak 3D ini tidak user friendly. Pertama untuk bisa menggunakannya butuh software khusus. Selanjutnya desain yang dimiliki harus dimasukkan ke perangkat lunak itu sebelum akhirnya dicetak.

Banyak komponen yang harus diperhatikan mulai dari daya listrik yang harus besar, pemasangan filamen yang tepat, hingga lamanya pencetakan. Itulah kenapa orang akan menjadi operator mesin ini harus menjalani pelatihan atau training khusus. Kalau tidak melalui training, kemungkinan melakukan kesalahan akan besar.

 

5. Emisi dan Residu yang Besar

Kalau ingin memulai usaha dengan memanfaatkan printer 3D, ada baiknya memiliki lokasi yang tepat dan memiliki sirkulasi udara yang baik. Antara ruang kendali dan cetak ada baiknya dipisah untuk menghindari residu atau emisi dari bahan yang digunakan untuk mencetak.

Karena bahan yang digunakan akan dilebur lalu dicetak, kemungkinan ada partikel yang lepas akan besar. Partikel ini akan sangat berbahaya kalau sampai tersebar di udara dan terhirup sampai masuk ke dalam paru-paru.

Orang yang bekerja di bagian produksi harus memperhatikan beberapa hal seperti selalu menggunakan penutup wajah mulai dari mata sampai hidung dan juga tenggorokan. Dengan melakukan itu, kemungkinan terkena sisa hasil cetak yang berupa partikel plastik atau mungkin logam sangat kecil.

 

6. Sangat Lambat

Kekurangan dari berbagai jenis mesin cetak 3D adalah lambatnya waktu untuk mencetak suatu benda. Semakin rumit suatu produk yang akan dicetak, semakin lama waktunya. Apalagi filamen yang digunakan menggunakan logam. Kemungkinan besar akan membutuhkan waktu yang sangat panjang.

Saat ini beberapa produsen sudah berusaha mengatasi masalah ini. Mereka menciptakan mesin yang jauh lebih efisien. Meski demikian mesin 3D masih terbilang lambat sehingga sulit untuk memproduksi barang dalam jumlah banyak dalam waktu yang bersamaan.

 

7. Banyak Menggunakan Plastik

Dalam beberapa tahun terakhir, sampah dan limbah plastik di seluruh dunia sudah semakin menumpuk. Kampanye untuk pengurangan sampah plastik dan produk baru dengan bahan ini juga terus dilakukan. Sayangnya produk plastik banyak digunakan termasuk untuk printer jenis 3D ini.

Karena bahan plastik cukup mudah dicetak dan dipanaskan, mesin lebih banyak menggunakan filamen plastik aneka warna. Kemungkinan terjadi lembah plastik akan menjadi lebih besar apalagi filamen yang digunakan tidak semuanya dipakai dan kerap ada sisa.

Meski memulai usaha dengan printer 3D, ada baiknya untuk memperhatikan masalah residu dan sisa plastik. Jangan sampai sampah plastiknya berceceran di mana-mana dan dibuang sembarangan.

 

Inilah beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum mulai menggunakan mesin print 3D. Meski mesin cetak ini banyak manfaatnya, kita juga harus memperhatikan beberapa hal di atas untuk mengurangi efek samping dan kerugian lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *